JurnalForex.com – Pada hari rabu ini 4 Oktober 2017, Bank dunia melakukan revisi terhadap perkiraan perkembangan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik khususnya pada negara berkembang menjadi 6,4 %, naik 0,2 % dibanding dengan angka sebelumnya pada bulan April.
Data-data tersebut belum termasuk negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Angka pertumbuhan tertinggi dipegang oleh China dengan proyeksi naik 0,2 poin menjadi 6,7 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Bank Dunia dalam data update kondisi ekonomi Asia Timur dan Pasifik.
Berbarengan dengan semakin kuatnya permintaan domestik di kawasan negara maju, hal ini tentu saja sangat menguntungkan dan mendukung perekonomian di negara-negara berkembang di Pasifik dan Asia Timur. Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara mengalami penguatan serta pemulihan pada harga komoditas yang moderat. Selain itu terjadi pemulihan terhadap pertumbuhan perdagangan secara global.
Tetapi dengan kondisi yang tidak kondusif antara Amerika dan Korea Selatan terhadap ancaman nuklir yang terus digencarkan oleh Pimpinan Kim Jong Un dianggap sebagai faktor yang mungkin akan berdampak buruk terhadap potensi perbaikan ekonomi di kawasan tersebut.
Dari laporan yang sama, Pertumbuhan wisata dan ekspor negara Thailand mengalami pertumbuhan yang cepat dari prediksi bulan April lalu.
Sedangkan kondisi rebound pada sektor pertanian dan manufaktur sangat mendukung kondisi ekonomi Vietnam. Untuk Indonesia telah mengalami kenaikan data upah riil dan mendorong tingkat daya beli pada masyarakat.
Daftar Broker Forex
Daftar Market Kripto
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.


