Ilustrasi Asuransi Jiwa AXA Mandiri Rencana Sejahtera Plus
Sebelum kamu memiliki rencana untuk menutup asuransi tersebut, sebaiknya baca dulu ilustrasi asuransi jiwa AXA Mandiri Rencana Sejahtera Plus ini.
Berikut JurnalForex ingin memberikan ilustrasi hasil keikutsertaan teman melalui Program Rencana Sejahtera Plus di AXA Mandiri. Di sini JurnalForex hanya ingin menjelaskan secara umum bagaimana jenis asuransi tersebut.
Awal tahun 2012 tepatnya pada bulan Januari, teman mendatangi kantor AXA Mandiri dan mengikuti program rencana sejahtera plus dengan premi per bulan Rp. 350.000,- selama 10 tahun.
Fasilitas yang dia dapatkan adalah asuransi jiwa plus investasi unit-link. Jadi selain dia mendapatkan asuransi jiwa, dia juga mengikuti program investasi. Dari produk asuransi ini dia akan mendapatkan:
- Uang Pertanggungan atau proteksi jiwa sebesar Rp. 50.000.000,- sampai dengan umur 100 tahun.
- Asuransi kesehatan berupa biaya inap rumah sakit sebesar Rp. 250.000/hari sampai dengan umur 60 tahun.
- Asuransi kecelakaan berupa santunan dengan klaim maksimal Rp. 100.000.000,- sampai dengan umur 60 tahun.
- Hasil Investasi Unit Link dari sebagian premi yang dia bayar.
Tetapi terkejutnya teman saya, ketika dia membayar Rp. 350.000.- selama 8 tahun, dia mendapatkan laporan bahwa investasi yang dia peroleh terkumpul Rp. 21.800.909,-. Padahal kalau dia hitung secara matematika ketika dia menabung Rp. 350.000,- x 8 tahun akan terkumpul dana Rp. 33.600.000,-
Dia bingung, mengapa uangnya sekarang hanya ada 21 juta, di mana sisanya yang Rp. 11.800.00,- itu? Berarti rugi dong? Berarti AXA Menipu dong dan lain sebagainya.
Sekali lagi, ini sebetulnya akibat kesalahan telemarketing dalam menjelaskan produk asuransi tersebut.
Telemarketing hanya merayu calon nasabah dengan nilai investasi yang dijanjikan akan berkembang ketika sekian tahun. Padahal secara jelas produk itu adalah produk asuransi jiwa.
Ketika teman saya berfikir dia sedang berinvestasi, maka dia akan sangat kecewa karena 11 juta uangnya telah hilang.
Namun jika dia berfikir telah membuat proteksi jiwa untuk ahli warisnya maka dia telah mendapatkan keuntungan besar.
Sekarang kita illutrasikan bahwa teman saya tersebut mendaftar untuk memberikan proteksi diri bagi ahli warisnya. Dia membayar premi Rp. 350.000,- selama 10 tahun maka uang yang dia setor sebesar Rp. 42.000.000,-
Dari situ jelas terlihat, bahwa ketika dia menyetor Rp. 42.000.000,- dia telah memiliki dana asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan sebesar Rp. 50.000.000.,- sampai dengan umur 100 tahun. Berarti uangnya sudah berkembang Rp. 8.000.000,-
Ternyata tidak hanya itu, manfaat lainnya adalah teman saya bisa memperoleh asuransi kesehatan berupa biaya inap sebesar Rp. 250.000,- di rumah sakit hingga umur 60 tahun, santunan biaya kecelakaan dengan klaim maksimal hingga Rp. 100.000.000,- sampai dengan umur 60 tahun.
Tidak hanya habis disitu, selain dana proteksi yang jelas bernilai Rp. 50.000.000,- di mana sudah melebihi dari premi yang dia setor. Teman saya sekarang ini memiliki investasi unit link senilai Rp. 21.800.909,-.
Jadi kalau mindset teman saya adalah mendaftar sebagai peserta asuransi jiwa, maka selama 8 tahun membayar premi dia sudah mendapatkan keuntungan yaitu dana proteksi Rp. 50jt dan Investasi Rp. 21. 800.909,- sehingga dana asuransi yang dia miliki sekarang semua total Rp. 71.800.909,-.
Padahal jika dihitung, sampai 8 tahun dia baru membayar premi sebesar Rp. 33.600.000,-. Berarti untung kan? Sekali lagi ini cuma masalah mindset akibat kesalahan marketing dalam menjelaskan produk asuransi.
Namun perlu diketahui bahwa asuransi jiwa tersebut akan hangus ketika umur tertanggung lebih dari 100 tahun. Mengapa demikian?
Seperti dijelaskan di awal tadi bahwa asuransi jiwa berlaku seperti asuransi BPJS Kesehatan sebagai produk proteksi. Sehingga ketika batas kontrak selesai maka uang terebut hangus.
Meskipun demikian, ketika nasabah berumur 100 tahun lebih maka anak kandungnya sudah berusia dewasa dan sudah mandiri sehingga tidak perlu proteksi dari orang tua.
Dan hasil investasi yang di tabung tadi tentu saja akan berkembang selama 100 tahun dan bisa diambil dengan nominal yang jauh lebih tinggi dari total premi yang dia bayar.
Jadi di sini jelas sekali bahwa mengikuti asuransi jiwa di AXA Mandiri itu sangat menguntungkan jika diawali dengan mindset yang benar dan tepat.
Cara Menutup Polis AXA Mandiri Secara Online
Jika kamu dapat memahami penjelasan di atas tadi dengan baik, maka JurnalForex yakin kamu tidak akan cari cara untuk menutup polis AXA Mandiri dengan cara online apa offline.
Melainkan akan terus menyimpan polis tersebut hingga diwariskan ke anak sebagai hasil proteksi dan investasi.
Namun jika kamu tetap ingin menutup polis tersebut, maka bisa dilakukan secara online dengan cara menghubungi call center AXA Mandiri di: +62 21 3005 8788 / +62 21 3005 8899
Dari situ kamu akan diarahkan bagaimana cara menutup polis tersebut, jika memerlukan formulir pengajuan pembatalan polis bisa download di website resmi AXA Mandiri: www.axa-mandiri.co.id
Untuk nasabah yang sudah bergabung di AXA mandiri beberapa tahun, JurnalForex menyarankan untuk tetap melanjutkan karena manfaat yang dimiliki. Ubahlah mindset kamu sehingga betul tahu manfaat asuransi yang di ikuti.
Itu tadi penjelasan produk asuransi AXA Mandiri dan cara untuk menutup polis AXA Mandiri melalui cara online. Semoga informasi ini dapat menjawab pertanyaan kamu dan merencanakan hidup yang lebih baik.
Kelebihan Menutup Polis AXA Mandiri Dengan Sistem Online
Menutup asuransi AXA Mandiri secara online memiliki berbagai kelebihan bagi para pelanggan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Waktu dan Tenaga Terhemat: Dengan menutup asuransi secara online, Anda tidak perlu mengantri atau melakukan perjalanan ke kantor perusahaan. Cukup dengan mengakses situs web resmi AXA Mandiri, Anda dapat menyelesaikan proses pemutusan asuransi dengan cepat dan efisien.
- Mudah dan Praktis: Proses pemutusan asuransi AXA Mandiri secara online dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan. Anda hanya perlu mengisi formulir pemutusan dan menyediakan informasi yang diperlukan, seperti nomor polis dan alasan pemutusan.
- Transparan: Dengan melakukan proses pemutusan secara online, Anda dapat melacak status pemutusan dan memastikan bahwa permintaan Anda telah diproses dengan benar.
- Dapat Dilakukan dari Mana Saja: Anda dapat menutup asuransi AXA Mandiri kapan saja dan di mana saja, asalkan Anda memiliki akses internet. Ini sangat membantu bagi pelanggan yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk mengunjungi kantor perusahaan.
Dengan menutup asuransi AXA Mandiri secara online, pelanggan dapat memperoleh keuntungan dari proses yang lebih cepat, mudah, transparan, dan praktis.
Sistem ini memberikan solusi yang efisien bagi pelanggan yang ingin menutup asuransi mereka tanpa harus mengantri atau melakukan perjalanan ke kantor perusahaan.
Oleh karena itu, proses pemutusan asuransi secara online merupakan pilihan yang sangat baik bagi pelanggan yang ingin mempermudah proses pemutusan asuransi mereka.
Daftar Broker Forex
Daftar Market Kripto
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.


