Dari gambar bisa kita pahami bahwa ketika RSI dan MACD sudah memasuki area jenuh jual ada harapan harga akan kembali naik, namun kita tidak tahu sejauh mana harga akan turun untuk menuju titik maksimal jenuh jual nya. Hal yang bisa kita lakukan apabila menghadapi situasi seperti itu adalah mencari area resistance terdekat. Apabila resistance tersebut tertembus maka dimungkinkan itu sebagai momen pembalikan arah yaitu menjadi uptrend.
Pada gambar di atas kita bisa lihat posisi resistance yang ada, ketika harga memasuki area jenuh jual dan berada dibawah resistance maka kita bisa meletakkan pending order BUY STOP beberapa pip diatas resistance tersebut dengan harapan harga akan terus naik dan jenuh jual sudah berlalu. Untuk meletakkan SL atau stop loss bisa diambil dari harga jenuh jual secara maksimal atau titik support dari momen pembalikan harga tersebut.
Hal tersebut juga bisa dilakukan pada Momentum jenuh beli dengan meletakkan posisi SELL STOP dengan harapan harga berbalik arah yang tadinya uptrend menjadi downtrend. Perlakuan untuk menentukan stop loss juga sama persis seperti kasus di atas.
Cara Menggunakan Pending Order Buy Limit dan Sell Limit dalam Trading Forex.
Beberapa momen yang sering kita jumpai pada saat terjadi break out adalah harga akan kembali ke area support atau resistance sebelum melanjutkan arah trendnya. Untuk lebih mudahnya seperti ini, apabila harga turun menembus area support maka harga akan kembali naik sementara menuju area support tadi yang sekarang menjadi resistance baru setelah itu baru harga kembali turun ke bawah.
Agar lebih jelasnya lagi kita bisa lihat pada gambar di bawah ini:
Dari gambar diatas kita melihat bahwa harga telah menembus area support yang sekarang menjadi resistance 1. Resistance 1 tersebut awalnya adalah support, namun ketika garis tersebut telah tertembus maka sekarang menjadi resistance dan pada gambar tersebut diberi keterangan resistance 2.
Melihat posisi indikator yang sudah melewati area jenuh belinya maka ada kemungkinan harga akan turun lebih dalam lagi, namun sebelum lanjut ke bawah harga akan melakukan koreksi di daerah resistance. Dengan kebiasaan harga akan ter koreksi terlebih dahulu maka kita bisa meletakkan pending order Sell Limit pada area resistance 1 dan resistance 2 dengan meletakkan stop loss pada pucuk pembalikan.
Dalam meletakkan pending order tentu saja kita harus mempertimbangkan dari indikator-indikator yang kita pakai sehingga momen pending order itu sendiri akan memberikan keuntungan atau posisi yang lebih ideal untuk masuk pasar.
Dalam praktek trading forex banyak sekali cara serta metode yang dipakai dengan menggunakan pending order. Pembahasan ini hanyalah sebagian contoh saja, namun yang terpenting adalah dalam menerapkan pending order harus mengedepankan perhitungan tentang tingkat resiko, sehingga penentuan stop loss menjadi kunci apakah pending order yang akan kita gunakan telah memenuhi syarat dalam money management yang sudah kita tetapkan atau belum (Baca: Rumus Sederhana Money Management).
Dengan mempertimbangkan tingkat resiko, maka secara rasional kita telah meletakkan posisi trading kita pada posisi yang ideal dan aman terhadap akun trading kita. Sehingga harapan kita adalah dalam jangka waktu tertentu akun akan berkembang secara bertahap.
Itu tadi beberapa hal yang bisa kita bahas mengenai sistem trading dengan cara pending order, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama. Ilmu tentang teknik trading forex selalu berkembang dengan munculnya berbagai indikator pendukung, maka dari itu pemahaman dasar tentang pending order maupun instan order akan memudahkan kita dalam memodifikasi antara teori lama yang sudah berkembang dengan teori baru yang bermunculan.
Daftar Broker Forex
Daftar Market Kripto
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.



