• Home  
  • Federal Reserve Siap Pangkas Suku Bunga, Meski Inflasi Masih Jadi Sorotan
- Berita Ekonomi

Federal Reserve Siap Pangkas Suku Bunga, Meski Inflasi Masih Jadi Sorotan

Iklan [klik pada gambar] 🔔 follow: Instagram Facebook X (Twitter) 🔔 follow: Instagram Facebook X (Twitter) JunalForex.com – Federal Reserve tetap pada jalurnya untuk memangkas suku bunga, meskipun tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Dalam pertemuan terbarunya, bank sentral Amerika Serikat ini mempertahankan suku bunga acuan, namun rilis proyeksi ekonomi menunjukkan bahwa pemangkasan akan tetap terjadi […]

Federal Reserve tetap pantau inflasi, namun pemangkasan **suku bunga** diperkirakan tetap terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi.

JunalForex.com – Federal Reserve tetap pada jalurnya untuk memangkas suku bunga, meskipun tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Dalam pertemuan terbarunya, bank sentral Amerika Serikat ini mempertahankan suku bunga acuan, namun rilis proyeksi ekonomi menunjukkan bahwa pemangkasan akan tetap terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dampak kebijakan tarif.

Langkah ini menegaskan pandangan bahwa meskipun inflasi masih menjadi perhatian utama, Federal Reserve mulai mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan moneter ketat terhadap pertumbuhan ekonomi. Para pengambil kebijakan tampak semakin berhati-hati dalam menavigasi masa transisi dari periode suku bunga tinggi ke kebijakan yang lebih akomodatif.

Inflasi Masih Menjadi Tantangan Utama

Trading bersama Exness
Iklan [klik pada gambar]

Meskipun keputusan untuk mempertahankan suku bunga tetap berada dalam kisaran target 4,25% hingga 4,50%, tekanan inflasi terus membayangi. Proyeksi terbaru dari Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk kuartal keempat tahun 2025 naik menjadi 3,1%, dari sebelumnya 2,8%.

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menegaskan bahwa tarif yang diberlakukan beberapa waktu terakhir kemungkinan besar masih akan memberikan dorongan terhadap harga.

Namun demikian, data beberapa bulan terakhir justru menunjukkan pelemahan inflasi, dengan harga inti PCE rata-rata hanya meningkat 1,4% per tahun dalam tiga bulan terakhir hingga Mei.

Kondisi ini menciptakan dilema kebijakan bagi The Fed: di satu sisi, inflasi belum benar-benar jinak; di sisi lain, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi mulai terasa, terutama akibat gangguan pasokan global yang disebabkan oleh tarif impor.

Proyeksi Ekonomi: Pertumbuhan Melemah, Ekspektasi Suku Bunga Turun

FOMC juga merevisi proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil untuk kuartal keempat tahun depan menjadi hanya 1,4%, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 1,7%. Penurunan ini sebagian besar dipandang sebagai hasil dari guncangan pasokan negatif, bukan karena lemahnya permintaan domestik.

DISCLAIMER
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami

Jurnalforex.com menyajikan berita, analisis, dan edukasi terkini seputar forex, kripto, serta dunia keuangan untuk trader dan investor Indonesia.

Email: jurnalforexdotcom@gmail.com

Artikel Teratas