• Home  
  • Kekeliruan Mendasar yang Sering Dilakukan Trader Pemula
- Artikel Forex

Kekeliruan Mendasar yang Sering Dilakukan Trader Pemula

Iklan [klik pada gambar] 🔔 follow: Instagram Facebook X (Twitter) 🔔 follow: Instagram Facebook X (Twitter) Ketika pikiran hanya berfokus kepada hasil maka trader pemula terkadang kurang siap secara mental ketika menghadapi pergerakan harga yang tidak menentu karena minimnya pengetahuan serta munculnya pergerakan harga yang tidak terprediksi sebelumnya. Ketika trader pemula sudah masuk dalam akun […]

Ketika pikiran hanya berfokus kepada hasil maka trader pemula terkadang kurang siap secara mental ketika menghadapi pergerakan harga yang tidak menentu karena minimnya pengetahuan serta munculnya pergerakan harga yang tidak terprediksi sebelumnya.

Ketika trader pemula sudah masuk dalam akun real dan tidak memiliki sistem trading yang kuat maka mereka kemungkinan besar akan mengganti-ganti indikator dengan harapan memperoleh cara yang lebih valid dan lebih profitable.

Kondisi ini sebetulnya akan semakin menjauhkan trader tersebut kepada sistem trading yang profitable. Karena dengan berganti-gantinya indikator tersebut maka sistem trading itu menjadi mentah dan harus dibangun dari awal kembali.

Selain berganti-ganti indikator, kebiasaan umum trader pemula adalah meniru trader yang sudah lebih dahulu masuk dalam bisnis forex. Sikap meniru ini berakibat kurang munculnya kemandirian dalam mengambil keputusan trading, mereka lebih cenderung menjadi pengekor dan tidak memiliki sistem sendiri.

Apabila sikap ini berkembang dalam diri trader pemula maka trader tersebut tidak bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka alami serta mengevaluasi untuk menyempurnakan sistem trading yang sedang mereka jalani.

Trader Pemula Tidak Menerapkan Money Management

Ketika sistem trading tidak dikuasai oleh trader pemula, maka dalam melakukan open posisi trader tersebut juga tidak memikirkan tentang tingkat resiko yang sedang mereka hadapi. Mereka lebih terfokus kepada harapan hasil yang besar serta instan.
Hal ini bertolak belakang dengan kenyataan bahwa forex bukan bisnis yang sekali aksi melainkan memerlukan beberapa kali aksi jual dan beli untuk mencapai keuntungan yang di harapkan. Bisnis ini menjadi rutinitas secara periodik untuk melakukan jual dan beli dalam berbagai kondisi untuk mengambil keuntungan-keuntungan dari pergerakan harga yang naik turun.

Kurangnya pemahaman tentang money management yang benar bagi trader pemula berdampak kepada akun mereka yang tidak kunjung berkembang justru lebih cenderung berkurang bahkan bisa sampai habis terkuras.

Trader pemula belum bisa menilai manfaat besar dari money management itu sendiri, mereka menganggap nilai yang terpenting dari setiap aktivitas trading adalah profit dan profit. Sedangkan pergerakan harga sendiri tidak ada pelaku trader yang bisa memastikan, mereka hanya melakukan prediksi dengan analisa-analisa tertentu seperti teknikal dan fundamental.

Sehingga apabila trader pemula tidak mengerti pentingnya money management yang betul maka tentu saja dalam jangka waktu tertentu trader tersebut akan mengalami rasa kesal dan putus asa karena tidak kunjung berkembangnya nilai akun yang mereka miliki.

Trader pemula lebih cenderung untuk berfikir jangka pendek, sistem trading yang mereka lakukan cenderung menginginkan hasil secara singkat dalam hitungan jam tanpa berfikir bahwa dalam melakukan trading forex, open posisi yang dilakukan bisa saja terfloating dalam waktu yang tidak menentu.

Oleh sebab itu ketika harga terfloating beberapa hari maka trader tersebut secara spontan akan melakukan cut loss karena tidak mengerti kondisi terbaik yang harus dilakukan.

Pikiran jangka pendek ini terkadang juga tercermin dari pemakaian ukuran lot yang tidak sesuai dengan akun yang mereka miliki, hal ini dilakukan hanya dengan pemikiran untuk memperoleh hasil yang besar dengan cepat. Padahal  peristiwa yang sering terjadi adalah harga akhirnya bergerak berlawanan arah dengan prediksi sehingga terjadi margin call pada akun mereka.

Trader Pemula Meletakkan Tumpuan Hidup Pada Trading Forex

Bagi yang sudah profesional dan memperoleh hasil secara konsisten dari hasil trading mereka, meletakkan tumpuan hidup dari hasil forex adalah tindakan yang tidak salah. Namun bagi trader pemula hal ini terlalu dini dan bisa dibilang sebagai tindakan yang tidak masuk akal.
Ketika seluruh tabungan dan harta lainnya dipertaruhkan dalam trading forex tanpa memiliki sistem yang kuat maka sebetulnya kebangkrutan sedang mengintai mereka.

Trading forex adalah bisnis yang beresiko tinggi, sehingga apabila seorang trader pemula mempertaruhkan seluruh hartanya maka tindakan tersebut adalah tindakan yang sangat beresiko. Perlu pemahaman yang utuh serta mental dan ilmu yang kuat bagi orang yang ingin menjadi full trader.

Bagi anda yang baru mengenal forex dan ingin menekuni bisnis ini sebaiknya memperhatikan hal-hal tersebut di atas, sehingga anda sudah tahu bagaimana sikap serta cara terbaik untuk memulai bisnis ini secara benar.

Sayang apabila anda membuang-buang dana anda untuk sesuatu hal yang belum anda pahami secara mendalam. Meskipun trading forex bisa memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis ini dan bisa menjadi sumber pendapatan, sebaiknya anda sebagai pemula betul-betul mempersiapkan dan belajar secara menyeluruh dari sistem bisnis ini sebelum terjun memakai akun real.

DISCLAIMER
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami

Jurnalforex.com menyajikan berita, analisis, dan edukasi terkini seputar forex, kripto, serta dunia keuangan untuk trader dan investor Indonesia.

Email: jurnalforexdotcom@gmail.com

Artikel Teratas