Tabel 1. Ketika 5 open posisi tersebut terjadi loss semua maka total kerugian kita adalah $20 dan tentu saja itu masih sesuai dengan tingkat risiko yang sanggup kita tanggung tadi yaitu 2% dari nilai akun.
Tabel 2. Ketika 5 open posisi tersebut terjadi loss 2 kali dan profit 3 kali maka secara hasil akhir masih memberikan keuntungan sebesar $4. Sehingga secara perlahan nilai akun kita akan bertambah $4.
Berbeda lagi apabila kita menerapkan risiko dan reward sebesar 1:2 seperti pada tabel 3 di bawah ini, jika dari 5 open posisi tersebut mengalami 2 kali loss dan 3 kali profit maka secara total jumlah keuntungan yang masih bisa diperoleh adalah 16$.
Tabel 3.
| No | Kondisi | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Loss | -4 |
| 2 | Profit | 8 |
| 3 | Loss | -4 |
| 4 | Profit | 8 |
| 5 | Profit | 8 |
| Total | 16 |
Dari contoh tabel 3 di atas, kami yakin kita sudah mengerti cara dan kegunaan manajemen keuangan dalam setiap open posisi.
Jadi tujuan utama melakukan hal ini adalah untuk membuka peluang keuntungan yang lebih aman dan konsisten dibandingkan dengan kondisi yang tidak ada sistem kendali risiko dan reward sama sekali.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah selalu menjamin akun akan berkembang dengan baik?.
Itu tergantung sistem trading dan psikologi yang kita miliki. Namun nilai yang pasti bahwa dari 5 open posisi dengan total risiko 2% dari akun $1000 adalah $20.
Jadi jika dari 5 open posisi mengalami loss semua maka tingkat risiko sudah kita ketahui sebelum hal itu terjadi.
Hal ini dibutuhkan untuk mengontrol psikologi trading yang kadang sangat mengganggu ketika melihat ketidakpastian pergerakan harga.
Namun dengan sistem trading yang teruji maka diharapkan dari 5 open posisi tersebut minimal mengalami 2 loss dan 3 profit untuk tetap memberikan hasil yang konsisten untuk jangka panjang.
Semoga sampai disini kita sudah mengerti dan memahami betul-betul dalam menjalankan trading forex dengan money management yang benar.
Penggunaan Pada Sistem Averaging dan Hedging
Seperti pada awal pembahasan tadi bahwa money management forex tidak hanya semata-mata tentang stop loss dan target profit tetapi bagaimana menerapkan itu sesuai dengan sistem trading yang dipakai.
Sering terjadi dalam trading bahwa harga terlebih dahulu terkena stop loss padahal setelah itu harga kembali berbalik dan bergerak sesuai dengan prediksi.
Hal ini kadang menimbulkan kekecewaan karena seharusnya kita memperoleh profit karena harga berhasil menyentuh titik target profit yang sejak awal sudah ditentukan.
Oleh sebab itu ada sistem trading yang dinamakan Averaging dan Hedging.
Untuk averaging mungkin kita bisa secara langsung memakai stop loss dan target profit.
Namun untuk teknik Hedging, kita akan menghapus nilai stop loss dan target profit guna menunggu pergerakan harga mencapai titik support atau resistance kuat.
Poin ini untuk menjawab bahwa dalam manajemen keuangan tidak selalu melibatkan stop loss dan target profit.
Sebenarnya hedging juga menjadi bagian dari manajemen keuangan karena membatasi nilai risiko dengan membuka posisi berlawan.
Tetapi bagaimana cara agar tetap terkendali dalam sistem manajemen keuangan forex.
Itu yang akan kami contoh kan pada artikel kali ini.
Maka dari itu terus baca artikel ini hingga selesai dengan seksama karena kita akan menemukan hal baru yang luar biasa.
Banyak sekali trader yang menganggap averaging dan hedging sebagai cara untuk balas dendam atau ajang pembantaian seolah-olah harga mampu untuk ditakhulkan.
Biasanya hasil akhirnya mereka malah melakukan over trade atau open posisi yang berlebihan sehingga memberikan risiko yang sangat besar terhadap akun.
Dampak risiko yang paling jelek adalah terjadi “margin call” sehingga modal habis dan membuat frustrasi.
Apa itu Averaging?
Dalam trading forex ada istilah Averaging yaitu trik dengan melakukan open posisi yang sama ketika harga bergerak berlawanan dengan open posisi awal.
Aksi ini dilakukan dengan harapan harga akan kembali bergerak sesuai rencana.
Untuk penerapan pada sistem averaging kita bisa melakukan secara langsung atau dengan cara pending order.
Sebagai gambaran agar lebih mudah untuk memahami, mari kita lihat pada tabel di bawah ini:.
Tabel 4.
| No | Harga | Aksi | LOT | SL | TP | Risiko | Rewards |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 0,7880 | Buy | 0,01 | 0,7830 | 0,7930 | 5 | 5 |
| 2 | 0,7870 | Buy | 0,01 | 0,7830 | 0,7930 | 4 | 6 |
| 3 | 0,7860 | Buy | 0,01 | 0,7830 | 0,7930 | 3 | 7 |
| 4 | 0,7850 | Buy | 0,01 | 0,7830 | 0,7930 | 4 | 16 |
| 5 | 0,7840 | Buy | 0,01 | 0,7830 | 0,7930 | 2 | 18 |
| Total | 42 |
Dari tabel 4 di atas dapat kita pahami bahwa posisi awal adalah no 1 yaitu melakukan buy dengan harga 0,7880 dan harga turun hingga 0,7840 (semua menggunakan SL 0,7830 dan TP 0,7930).
Dari kasus ini apabila dari 5 open posisi tersebut diatas terjadi loss semua maka tingkat risiko yang kita ambil adalah $18 atau sekitar 2% dari nilai akun kita yaitu $1000 seperti yang sudah dicontohkan.
Namun apabila terjadi profit semuanya maka kita akan memperoleh $42 atau setara 2 kali dari tingkat risiko yang kita pertaruhkan.
Kelebihan teknik averaging ini dibanding dengan hanya melakukan 1 open posisi dengan lot yang lebih besar adalah sebagai berikut:.
Apabila kita hanya melakukan 1 open posisi dengan harga awal 0,7880 dan SL 0,7830 serta TP 0,7930 maka untuk mencapai tingkat risiko sebesar $20 kita harus menggunakan lot 0,04. Dengan tingkat risiko 1:1 maka reward yang bisa kita harapkan hanyalah sebesar $20 saja.
Namun apabila kita melakukan averaging dengan tingkat risiko yang sama yaitu $18 seperti pada contoh tabel 3 diatas, maka nilai reward yang bisa kita harapkan adalah $42 atau setara dengan risiko dan reward 1:2.
Hasil yang lebih besar dibandingkan dengan hanya melakukan 1 kali open posisi dengan ukuran lot yang lebih besar.
Untuk membantu perhitungan dalam menentukan stop loss dan target profit kita bisa menggunakan alat bantu kalkulator atau program excel agar lebih cepat dan mudah.
Untuk lebih jelas tentang sistem Averaging lihat gambar dibawah ini:
Apa itu Hedging?
Hedging adalah kebalikan dari averaging.
Jika pada averaging melakukan open posisi yang sama ketika harga bergerak berlawanan dengan prediksi.
Hedging justru membuka posisi yang berlawanan dengan posisi awal karena kita tahu bahwa harga akan bergerak lebih jauh.
Untuk melakukan teknik ini sebaiknya menggunakan pending order agar lebih tepat dalam penggunaan.
Untuk lebih jelasnya berikut contoh yang bisa dipakai untuk memahami bagaimana manajemen keuangan tetap dapat diterapkan pada sistem trading.
Sebagai catatan awal bahwa tingkat risiko yang bisa kita tanggung adalah 2% dari saldo $1000 yaitu $20.
Jika kita menggunakan lot 0,02 maka jumlah pip yang dibutuhkan untuk mencapai nilai risiko tersebut adalah 100 pip.
Maka teknik hedging yang bisa dilakukan adalah membuka posisi yang berlawanan dengan posisi awal ketika harga sudah bergerak separo dari batas maksimal risiko yaitu 50 pip.
Dalam kasus ini tidak dibutuhkan stop loss dan target profit pada saat hedging masih berjalan karena kita akan menunggu harga bergerak sampai titik support atau resistance yang kuat.
Kenapa open posisi berlawanan ketika mencapai 50 pip? Karena sisa 50 pip lagi akan kita pakai untuk menaruh stop loss ketika sudah mencapai titik resistance atau support yang kuat.
Tetapi memang teknik ini lebih rumit untuk pemula.
Namun bagi yang sudah mengetahui cara membaca grafik dan tahu area support dan resistance kuat maka cara ini tergolong mudah dan efektif ketika menghadapi pergerakan yang kuat dan tidak ter prediksi.
Apakah kita belum paham?.
Berikut ilustrasi yang bisa menggambarkan teknik tersebut:.
Pertama kita membuka posisi BUY EURUSD pada harga 1,1450 dengan lot 0,02 kemudian harga justru turun hingga 1.1400 maka kita melakukan open posisi SELL EURUSD degan lot yang sama sehingga posisi kita saat itu mines -$10.
Pada saat hedging terbuka maka stop loss dan target profit harus dalam kondisi nol karena kita akan menunggu harga bergerak hingga menuju support atau resistance kuatnya.
Semisal harga terus bergerak turun hingga support kuat di area 1.1300 maka saat itu posisi kita loss -$30 pada posisi BUY dan profit $20 pada posisi SELL.
Ketika mencapai support kuat maka SELL dapat ditutup dengan posisi profit $20 dan membuka posisi BUY pada harga 1.1300 dengan Stop Loss 50 Pip dan target profit separo dari jarak antar 1.1450 -1.1300 yaitu 1.1375.
Sehingga jika target tersebut tercapai maka posisi BUY tersebut akan tertutup dengan Loss Nol dan pada akhirnya kita memperoleh profit $20 dari SELL yang awal mula tadi dilakukan.
Tetapi jika posisi justru tetap turun hingga mencapai stop loss, maka kerugian yang kita alami adalah -$40 dari posisi BUY dan Profit $20 dari posisi SELL.
Sehingga total risiko yang ditanggung adalah -$20 sesuai dengan money management awal yaitu 2% dari total akun.
Untuk lebih jelas lagi lihat gambar dibawah ini:.
Catatan Penting Untuk Sistem Averaging dan Hedging.
Meskipun hal ini kelihatan mudah, tetapi dalam trading riil akan menjadi rumit karena melibatkan psikologi dan kepintaran dalam membaca peluang.
Oleh karena itu berikut ada catatan penting ketika menggunakan sistem averaging dan hedging.
Pada saat memakai sistem Averaging.
Cara ini dilakukan dengan sistem membuka posisi yang sama pada satu open posisi.
Maka jika tidak jeli justru akan memberikan risiko yang besar. Namun dengan sistem money management yang tadi sudah dijelaskan maka risiko yang akan dihadapi dapat ter kontrol.
Cara Averaging sangat efektif jika harga sudah berada pada area support atau resistance yang kuat.
Sebagai contoh jika kita ingin melakukan SELL maka harga harus berada di area resistance yang kuat sehingga kemungkinan harga akan turun lebih besar.
Begitu juga jika ingin melakukan BUY maka harus menunggu harga berada pada area support yang kuat sehingga kemungkinan harga naik akan lebih besar.
Pada saat memakai sistem Hedging.
Ada saatnya ketika melakukan open posisi, justru harga bergerak mines lebih dalam.
Hal ini biasanya terjadi karena harga berada pada posisi tengah-tengah antara support kuat dan resistance kuat sehingga harga susah untuk diprediksi.
Hal yang bisa dilakukan adalah dengan sistem hedging untuk mengunci kerugian dan menunggu harga menyentuh area support atau resistance kuat.
Area support dan resistance kuat ini biasanya bisa dilihat pada time frame besar seperti H4 atau D1.
Bagaimana membaca support dan resistance kuat dalam trading akan kami bahas pada artikel berikutnya.
Pada intinya teknik ini dipakai ketika posisi harga beda diantara support dan resistance dan ada beberapa dampak fundamental yang begitu kuat.
Memang tidak mudah, tapi dengan berlatih dan mengamati berita dan grafik maka kita akan mampu melihat peluang tersebut.
Oke sobat sekalian, itu tadi gambaran bagaimana kita menerapkan management keuangan dalam trading forex.
Dengan menerapkan nya secara rapi dan ketat maka nilai probabilitas atau kemungkinan akun kita untuk berkembang akan lebih besar, selain itu dengan membatasi tingkat risiko maka akan membantu mengurangi tekanan psikologi dalam trading.
Semoga tulisan tentang contoh dan rumus money management forex ini bermanfaat dan bisa memberikan gambaran kepada kita.
Semoga setelah membaca artikel ini, kita lebih hati-hati dalam melakukan trading dan semua terukur sesuai dengan kemampuan saldo yang kita miliki.
Daftar Broker Forex
Daftar Market Kripto
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.



