Dari form properti tersebut terdapat beberapa parameter yang harus diisi yaitu:
Periode: Parameter ini sebagai input periode Moving Average (MA) pada garis tengah indikator Bollinger Bands sebagai alat pembaca trend.
Deviation: Parameter ini sebagai input jarak antara pita bawah atau pita atas dengan garis MA. Parameter ini berfungsi sebagai alat pembaca volatilitas dengan ketentuan semakin lebar jarak antara pita bawah atau pita atas dengan garis MA maka nilai volatilitas semakin tinggi. Hal ini menunjukkan trend masih berjalan dengan kuat. Begitu juga sebaliknya.
Apply to: Parameter ini berfungsi sebagai pembaca data input. Sebagai contoh opsi close, maka data tersebut di input dari harga penutupan candlestick.
Untuk Setting Bollinger Bands akurat bisa menggunakan parameter default atau Periode=20, Deviation=2.00, Shift=0, Apply to=0 karena nilai tersebut sudah memberikan hasil bagus asal digabung dengan alat oscillator seperti stochastick (9,3,5).
Biasanya Bollinger Bands dipakai untuk scalping pada time frame M15, M30 atau H1.
Itu tadi beberapa langkah sederhana untuk mengatur parameter dalam Bollinger Bands agar memberikan efek akurat dalam menganalisis pergerakan. Dengan menggunakan parameter bawaan MetaTrader, kita sudah bisa melakukan trading dengan baik asal dijalankan dengan benar dan disiplin.
Cara Menggunakan Indikator Bollinger Band
Langkah untuk menggunakan indikator Bollinger Bands dan stochastic bisa kita lihat seperti gambar berikut:
Aksi Jual: Trader bisa melakukan sell ketika harga sudah menyentuh pita atas dan indikator stochastick berpotongan di area jenuh beli.
Aksi Beli: Trader bisa melakukan buy ketika harga sudah menyentuh pita bawah dan indikator stochastick berpotongan di area jenuh jual.
Langkah tersebut merupakan cara menggunakan bollinger band untuk scalpingg paling sederhana untuk rentang waktu yang pendek seperti M15, M30 dan H1.
Ada beberapa catatan dalam menggunakan indikator Bollinger Bands, maka dari itu simak terus pembahasan berikut.
Kelemahan dan Kelebihan
Setiap indikator pasti memiliki kelemahan, tidak ada indikator mampu berdiri sendiri secara sempurna untuk mengalahkan market.
Dalam hal ini, Bollinger Bands memiliki kelemahan sebagai berikut:
- Susah untuk memprediksi harga jika sedang trending atau ada berita fundamental berdampak kuat.
- Teknik ini tergolong melawan trend, sehingga resiko terbawa arus lumayan besar.
Namun selain kelemahan, ada kelebihan dari sistem trading ini:
- Sangat akurat jika dipakai pada saat market sedang sideways atau tidak ada pengaruh kuat fundamental.
- Memberikan hasil baik jika dipakai pada area support atau resistance.
- Nilai profitable bisa mencapai 70% jika dilakukan dengan benar dan berpegang pada sistem rule yang telah ditetapkan.
Kelemahan bukan menjadi kendala dalam menggunakan alat ini mengingat tidak ada indikator yang profitable 100%. Kesalahan baca atau noise tetap akan ada, namun bagaimana kita membaca kelemahan tersebut sebagai rambu-rambu dalam menggunakannya maka alat tersebut tetap akan bekerja dengan baik.
Baca Juga: 3 Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Sideways
Poin Penting Rahasia Setting Bollinger Bands
Dari poin kelebihan dan kekurangan tadi maka bisa diambil beberapa hal penting sebagai catatan yaitu:
- Hindari berita fundamental berdampak kuat, karena ini menjadi musuh ter berat bagi para scalper.
- Jangan terburu-buru masuk market jika setup formasi indikator belum terlihat dengan pasti.
- Perhatikan area support dan resistance sebagai acuan transaksi.
- Perpaduan dengan indikator oscillator akan memberikan efek lebih baik dalam melakukan scalping.
Kesimpulan
Setiap indikator pasti memiliki kelemahan, dengan tetap berpegang pada aturan main akan memberikan hasil lebih baik.
Cara menggunakan dan setting Indikator Bollinger Bands untuk scalping paling akurat ini memberikan gambaran dasar bagaimana melakukan input pada properti parameter agar memberikan hasil maksimal dengan dipadukan indikator lain agar memberi efek maksimal.
Daftar Broker Forex
Daftar Market Kripto
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.



