Namun dalam kenyataan harga tidak berlanjut untuk turun namun malah berbalik arah ke atas hingga menembus area resistance di atasnya. Kenapa ini bisa terjadi? Melihat kejadian seperti ini kita sebagai seorang trader wajib untuk melakukan evaluasi dan mencatatnya dalam jurnal forex agar bisa menjadi pelajaran jika terjadi situasi yang sama di kemudian hari.
Sinyal Palsu Pada Break Out Bollinger Band.
Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengevaluasi beberapa kondisi yang terjadi untuk dijadikan bekal ilmu di kemudian hari.
Dari gambar diatas, secara indikator bollinger band, ketika harga sudah berhasil menembus garis SMA 20 dari atas ke bawah maka biasanya momen sell dalam jangka pendek akan memberikan hasil yang profit.
Namun sinyal ini ternyata palsu, hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan sell adalah melihat kondisi indikator lainnya serta membaca trend jangka panjangnya di timeframe yang lebih besar. Karena kebanyakan trend kecil akan mengikuti trend pada timeframe yang lebih besar.
Dari kondisi diatas kita bisa melihat bahwa pada saat terjadi break out pada garis middle bollinger band, indikator oscillator masih dalam kondisi yang belum ideal untuk melakukan sell, hal ini terlihat dari:
- Indikator stochastic oscillator masih dalam kondisi jenuh jual, maka tentu saja situasi ini kurang ideal untuk melakukan sell pada saat itu karena kondisi market yang kurang mendukung. Kejenuhan jual saat itu lebih tepatnya adalah proses berakhirnya koreksi jangka pendek karena secara makro trend yang sedang terjadi adalah pembalikan arah dari downtrend menjadi uptrend. Hal ini bisa dilihat lebih jelas pada timeframe yang lebih besar yaitu D1.
- Indikator RSI masih diatas level 50. Kondisi ini mencerminkan bawah jenuh beli belum berakhir. Momen kenaikan harga masih berlangsung dengan melakukan koreksi terlebih dahulu pada level support terdekat. Arah pembalikan arah yang ada pada timeframe D1 masih dominan dibandingkan sinyal bollinger yang ada di timeframe H4.
- Indikator MACD masih berada di level + dengan batang histogram yang belum lepas dengan garis MACD. Kondisi ini juga belum bisa dijadikan sinyal dalam melakukan sell dalam jangka pendek.
Jadi terjadinya sinyal palsu pada indikator bollinger band ini karena tidak didukung oleh sinyal indikator lainnya serta psikologi market yang masih dominan untuk melanjutkan uptrend. Data melemahnya ekonomi USD juga menjadi penyebab utama kenapa market masih dominan untuk melakukan beli pada EURO.
Itu tadi beberapa catatan yang bisa menjadi pembelajaran di kemudian hari jika menemui kasus yang hampir sama baik pada pasangan mata uang EURUSD maupun pasangan mata uang yang lain.
Daftar Broker Forex
Daftar Market Kripto
Trading dan investasi adalah aktivitas yang mengandung risiko. Tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Seluruh keputusan finansial berada di tangan Anda. Kami tidak dapat menjamin keuntungan ataupun mencegah kerugian.

